Feed on
Posts
comments

Pindahan!

Inilah post terakhirku di blog ini. Aku pindah ke sini. Kenapa pindah? Karena ngeblog di wordpress jauh lebih fleksibel daripada di friendster. That simple.
Well, ladies and gentlemen, i’ll be waiting at my new blog. Happy reading!

Outline Numbering

Microsoft Word memiliki fitur yang namanya Outline Numbering. Nah, fitur ini harusnya bisa sangat memudahkan ketika kita mau bikin dokumen yang terstruktur secara hirarkis. Jadi, kupikir akan sangat memudahkan apabila penulisan dokumen panjang seperti SKRIPSI memanfaatkan fitur ini. Jadi, aku nggak perlu lagi mengurutkan ini sudah sampai item nomer berapa, yang harus aku perhatikan cuma ini item masuk ke level hirkarkis keberapa. Nah…

Entah karena emang aku yang kurang memahami atau gimana, dari tadi pagi sampai siang ini, aku nggak bisa-bisa pakai fitur itu. Aneh banget, counterintuitive untuk software sekelas Microsoft Word. Aku cari pencerahan di Help. Di situ dikatakan, untuk mengubah level hirarkis cukup tekan tombol increase indent atau decrease indent di formatting toolbar. Oke, aku coba. Tapi… yang muncul hanyalah nomor untuk satu level hirarkis, sementara semua level di atasnya lenyap entah ke mana… Udah gitu, si Word ini protes karena aku mengubah Normal Document Template. Yang sebelah mana pula itu bah? Perasaan aku dari tadi nggak masuk-masuk sampe ke situ deh…

Sudahlah, aku pakai numbering yang biasa aja, rada ribet tapi terjamin nggak bakal aneh-aneh.

Capek deh…

Progress Report:

  1. VMware Workstation ACE Edition v6.0.3 sudah bisa digunakan. Instalasi Virtual Machine sudah lengkap:
    ++ Uniprocessor, 128MB VirtualRAM, 4GB VirtualHD, network access via NAT
    ++ OS Ubuntu Hardy (ubuntu-8.04-beta-server-i386)
    ++ Samba dan segala macam tetek bengek settingnya
    ++ Apache-MySQL-PHP, termasuk Apache root directory aliasing
    ++ SBCL, CL-SQL, CL-WHO, dan seterusnya… (daftarnya panjang!)
    ++ CL-HUNCHENTOOT
    ++ JOLIET-base-system
    ++ joliet WME-interface
    Dengan adanya Virtual Machine ini, bisa kerja di Windows dan Linux sekaligus, tidak perlu lagi ada restart untuk unit testing.
  2. Modul User Group sudah selesai! Sekarang bisa edit Group Module Privileges di sini.
  3. Masalah security sementara ini sudah selesai, tapi perlu lebih banyak extensive testing untuk menentukan apakah security scheme yang diterapkan sudah layak.
  4. Integrasi plugin baru: XAJAX, yang sangat membantu dalam membuat javascript untuk AJAX. Dengan ini, interfacing Apache/PHP-Hunchentoot bisa dilakukan dengan menghemat bandwidth. (Catatan: Sebenarnya ada alternatif menggunakan mod_lisp untuk menggunakan Hunchentoot langsung bersama Apache, dengan bandwidth yang mungkin lebih hemat lagi. Cara ini tidak digunakan dengan mempertimbangkan bahwa MUNGKIN Apache server dan Hunchentoot server akan terletak pada mesin yang berbeda: tidak semua server menyediakan SBCL dan segala macam komponen yang diperlukan untuk bisa menjalankan Hunchentoot)

Brainstorming:

  1. Modul Demo dan Signup bisa dijadikan satu di Module Group Home, untuk menghemat menu item. Sementara ini tidak perlu ada modul lain yang bisa diakses publik.
  2. Modul Group Story Generator sebenarnya tidak diperlukan lagi karena user bisa menggunakan modul Demo di Module Group Home.
  3. Modul NLP Unit dan Temporal Unit harusnya sudah jadi satu dengan block editor pada Module Group Story Models

PR yang belum selesai:

  1. Tombol LOGOUT dipindah ke atas donk!
  2. Algoritma untuk block editing harus di-rewrite. BRAINSTORM: ayo mulai pakai XAJAX!
  3. Mulai memikirkan modul dokumentasi.
  4. Ayo mulai MENULIS!!!

Boost!

257193584_2

is this true?

10 jam kemudian…
257306416

N.G.A.P.U.S.I.!.!.!

Dari shoutout seseorang:

"Karena
mencintai dan keinginan untuk memiliki itu berbeda… Namun aku tetap
tak mengerti juga… Kenapa harus aku bertemu denganmu dan terluka…
"

Karena luka itu diperlukan, supaya kita bisa lebih menghargai cinta dan perjuangan yang menyertainya, dan supaya kita mengerti, bahwa kekuatan cinta mengatasi luka yang seperti apapun juga.

Benteng Pasir

Sejenak aku menyusuri pantaiku sendirian
Membangun benteng pasirku sedikit demi sedikit
Untuk mencegah semua yang berusaha masuk
Lalu aku terdiam…

Aku menyadari itu tidak ada gunanya
Usaha fana untuk melindungi diri
Dari hempasan ombak
Dari keinginan untuk menguasai laut
Dari kekecewaan yang seharusnya tidak ada
Sia-sia…

Melukai bukanlah suatu jalan keluar
Ia hanyalah alasan
Merasa terluka pun juga bukan suatu solusi
Ia pun hanya pembelaan diri

Tapi luka tetap luka, dan perih tetap perih
Sebisa mungkin luka itu dibersihkan, diobati sehingga tidak lagi sakit
Bukan untuk dilupakan, tetapi untuk dijadikan pelajaran

Dan akupun melanjutkan perjalananku
Di dalam benteng yang sudah terlanjur kubangun
Dan kini harus kuruntuhkan sendiri

Masalah:

Ketika user berada di tempat yang seharusnya tidak bisa diakses olehnya, aplikasi akan tetap tereksekusi.

Solusi:

Menggunakan konstruksi <if></if> di Fusebox XML. Jika sistem menunjukkan bahwa user berada di tempat yang seharusnya tidak boleh diakses olehnya, dapat dilakukan beberapa alternatif langkah, yaitu redireksi ke suatu fuseaction yang akan menghentikan eksekusi. Ketika fuseaction tersebut mendeteksi bahwa eksekusi aplikasi harus dihentikan, ia harus bisa menyimpan semua variabel vital yang ada (system, config, server, get, post, dan lain-lain), lalu menghentikan eksekusi dengan perintah die(). Untuk sementara ini user experience akan sangat terganggu.

Tanya jawab dan kritik dari Bu Suning:

  1. Kenapa grup System Config ada di atas? Bukankah harusnya yang paling atas itu Home?
    Karena profil yang digunakan termasuk grup System Administrator, dan fungsi-fungsi yang paling penting bagi System Administrator berkaitan dengan System Config.
  2. Ada berapa usergroup? Apakah hanya ada System Administrators dan Registered Users? Bisakah ditambah grup Content Managers?
    Bisa. Sementara ini memang baru ada 2 usergroup karena memang kedua usergroup itulah yang dipandang perlu ada.
  3. Tombol logout seharusnya diletakkan di atas, di dekat blok userinfo.
  4. Module Title dan Submodule Title di atas seharusnya diberi link untuk memudahkan navigasi.
  5. Fokus ke target, bukan ke kesempurnaan, karena ada target yang harus dicapai dalam tenggang waktu tertentu. Masalah kesempurnaan seharusnya diberi prioritas di bawah pencapaian secara keseluruhan.

Progress Report

  1. Security hole pada PHPSecureSite sudah dibenahi sebagian, yaitu bahwa tidak perlu ada proses validasi ketika user belum login dan berada pada halaman yang open to public. Selanjutnya, perlu dipikirkan cara pencegahan eksekusi kode apabila user berada pada kondisi invalid session dan mengakses halaman yang restricted.
  2. Sudah ada kelas tersendiri untuk mengakomodasi fungsi grabbing dari Hunchentoot Webserver. Dasar dari kelas ini diambil dari www.phpclasses.org. Sudah dites menggunakan Hunchentoot Webserver milik Robert Synnott, dalam artikelnya "Doing more with Hunchentoot, the Common Lisp webserver - a tiny macro-based framework".
  3. Untuk sementara ini CSS yang digunakan dalam default theme sudah lolos uji W3C CSS Validator. Selanjutnya, apabila ada perubahan pada CSS, akan dilakukan revalidasi untuk memastikan interoperabilitas situs.
  4. Ditemukan banyak sekali kesalahan tag pada plugin phpFormGenerator dan sudah dibenahi sehingga sementara ini lolos uji W3C Markup Validator untuk kelas dokumen XHTML 1.0 Transitional. Situs tidak bisa menggunakan kelas dokumen XHTML 1.0 Strict karena ada atribut target yang harus digunakan. Selanjutnya, sebelum rilis, produk harus diuji secara menyeluruh menggunakan W3C Markup Validator untuk menjamin interoperabilitas situs.

Exit…

Something’s missing, and I don’t know how to fix it…
Something’s different, and I don’t know what it is…

I called because I just need to feel you on the line
Please don’t hang up this time

I roll outta bed and down on my knees
And for the moment I can hardly breathe

Do I have to fall asleep with roses in my hand?

Kritik dari Candra:

  1. Horizontal Navigation Bar kurang kelihatan, perlu lebih ditonjolkan, mungkin dari segi warna. Mungkin lebih baik kalau dibuat tampilan seperti tabbed menu.
  2. Link di Search Table kurang kelihatan, perlu lebih ditonjolkan. Lebih baik lagi apabila link-link seperti Edit dan Delete dibuatkan image-based link, lebih kelihatan daripada teks biasa.
  3. Hirarki menu di bagian Story Model Editor terlalu ruwet. Harusnya bisa dibuat apabila user belum memilih Story Model yang akan diedit ditampilkan daftar Story Model yang bisa diakses oleh user tersebut.

Progress Sementara:

  1. Tampilan Horizontal Navigation Bar sudah dipercantik, lebih kelihatan, dan hanya ada satu yaitu di atas (yang di bawah dihilangkan).
  2. Sudah dibuat fungsi baru untuk mengimplementasikan image-based link di Search Table. Sudah dicoba di bagian System.
  3. Sudah dibuat fungsi baru untuk implementasi Tooltip di Search Table Generator dan Form Generator. Sudah dicoba di bagian Security Config, akan diperluas untuk semua bagian sistem.
  4. Message Boxes (tag-tag blockqute) sudah dibuat berbeda warna untuk setiap kelas (go, exclamation, info, notice, stop/error), dengan icon-icon berwarna, sehingga isi pesan dapat lebih cepat ditangkap.

Older Posts »