jakarta adalah perjuangan
July 22, 2005 by kerti-yasha
JAKARTA, juli 2005
setelah berjuang dengan "nangis getih lan ngising beling", akhirnya tanggal 16 kemarin netsubô tampil di citraland (mal ciputra). kedatangan anak-anak jogja ke jakarta ini tidak disangka-sangka, bahkan oleh para personil netsubô sendiri.
kisah ini dimulai ketika netsubô melihat iklan animonster sound festival di majalah animonster. syaratnya: mengirim cd demo yang berisi lagu jepang, bukan lagu karangan sendiri. jadilah netsubô menemukan alasan untuk rekaman pertama kalinya. setelah rekaman, netsubô mengirimkan cd itu ke redaksi animonster, lalu melupakannya…
tanggal 1 juli, kike mendapat telepon dari seseorang dari animonster. netsubô lolos ke 10 besar! kebingungan hebat pun melanda netsubô. ando training, sedangkan netsubô kemungkinan besar tidak punya cukup waktu untuk merekrut drummer additional dalam waktu 2 minggu. selain itu, netsubô tidak punya uang! bagaimana mungkin netsubô mengumpulkan uang begitu banyak dalam waktu sesingkat itu?
langkah pertama: susun jadwal latihan. netsubô latihan 4 kali, 1 kali di studio 15, 3 kali di studio 5150. setelah itu ada last minute practice di studio 15, pada hari keberangkatan.
langkah kedua: pastikan drummer. ando ternyata bisa ikut berangkat ke jakarta. semua orang bersorak lega.
langkah ketiga: pastikan ada akomodasi di jakarta. setelah melalui proses perundingan yang cukup rumit dan lobi-lobi yang persuasif, ditetapkanlah base camp di kompleks polri ragunan, jakarta selatan.
langkah keempat: cari uang! netsubô berjuang demi sesuap nasi (baca: tiket berangkat dan pulang). netsubô mengumpulkan dan menjual koran bekas, mengumpulkan iuran tiap anggotanya, bahkan berniat mengamen di boulevard ugm tiap minggu pagi. akhirnya netsubô tetap berangkat walaupun dengan defisit anggaran.
langkah kelima: mencari alat transportasi. karena kehabisan tiket kereta, akhirnya netsubô berangkat dengan mobil travel carteran. bertambah defisitlah anggaran netsubô.
sampai di jakarta, netsubô langsung menuju base camp dan tidur. besoknya, ketika tampil, secara mengejutkan agung dan gunawan menunjukkan aksi panggung yang sangat baik. netsubô terkaget-kaget melihat reaksi penonton yang begitu gegap gempita.
ketika diumumkan bahwa netsubô masuk 3 besar, netsubô berteriak-teriak dan berpeluk-pelukan seperti orang gila di tengah keramaian citraland.
malamnya, netsubô berpetualang di pasar minggu, jakarta selatan, demi latihan dadakan untuk memuluskan penampilan keesokan harinya. semua orang netsubô capek. bahkan banyak orang di luar netsubô ikut capek.
esoknya, netsubô tampil lagi di citraland, dengan 3 lagu, alat-alat pinjaman, dan keadaan mental yang sama sekali tidak siap menghadapi kejutan itu. siapa pula yang menyangka netsubô akan lolos sampai 3 besar?
sorenya, netsubô diumumkan sebagai juara 2.
kegilaan apa lagi ini???
netsubô berpikir: akhirnya kita punya uang untuk pulang!
dan netsubô pun pulang keesokan harinya. badan-badan yang penat dan dompet-dompet yang kosong menjadi beban yang tidak berarti ketika dihadapkan dengan pengalaman dan kemenangan yang diraih.
terima kasih mama dan papa, yang mendukung kami dan bahkan memberi modal awal keberangkatan kami.
terima kasih budhe-budhe dan pakdhe yang menyediakan tempat, menyediakan makan dan minum, serta dukungan moril.
terima kasih mbak dita, yang dengan setia menjadi sopir kami selama 3 hari, mengantarkan kami berkeliling jakarta tanpa mengeluh, dan bahkan berinisiatif mencarikan studio untuk kami.
terima kasih budhe tetsuko, untuk pinjaman alat-alat riasnya.
terima kasih wegig, yang rela sandalnya kami rampas demi kelengkapan kostumku.
terima kasih nadeshiko, yang meminjamkan dua gitar kepada kami, dan untuk keramahan, kekonyolan, dan kegilaan yang kita rasakan bersama.
terima kasih perfect blue, yang meminjamkan basnya kepada kami di saat-saat terakhir.
terima kasih mbak elis, mbak ester, dan mas justo, yang rela mengorbankan hari tidur nasional mereka untuk menonton kami.
terima kasih mas doni, yang rela diganggu ketenangannya demi mencari studio untuk kami.
terima kasih semua penonton di citraland, yang reaksinya membuat netsubô bisa tampil dengan rileks dan all-out.
terima kasih Tuhan untuk pengalaman ini.
Huwah!
Juara 2 nih Ker?
Omedetou!
Buset dah, ngga kebayang makhluk sepertimu bisa berprestasi di blantika musik Indonesia.
(^_^)v
Wakakakakakakakakka..
Slamet ya…
Tapi jangan lupa kuliah.
As in, jangan lupa kabarin aku kalo udah harus bayaran & ngisi KRS yak!
Hehehehe…
OMEDETOU!
hmmm…..
hmmmmmmmmmm….
tabungan oh tabungan….