bad words, bad sentence, bad language
February 9, 2007 by kerti-yasha
bukannya aku mau nggaya karena kemampuanku berbahasa inggris lebih dari rata-rata. bukannya aku mau memaksa semua orang untuk menjadi perfeksionis dalam hal mengetik. bukannya aku nggak mau tahu kalau arsitek itu bukan ahli bahasa. bukannya aku sok sibuk dengan kerjaanku yang sebenernya cuma nungguin komputer. tapi…
ini sudah benar-benar keterlaluan. mereka itu kan sarjana, dari universitas terkemuka pula. kalau sudah punya ijasah S1 itu apa ya kemampuan berbahasanya separah itu? maksudku bukan dalam kehidupan sehari-hari, tapi dalam ranah komunikasi formal, lebih spesifik lagi komunikasi formal secara tertulis. kalau mereka belum tahu caranya menyusun sebuah dokumen formal, bagaimana bisa mereka lolos ujian skripsi? padahal yang namanya menyusun skripsi itu kan butuh berkali-kali revisi, bahkan sampai ke hal-hal yang kecil.
lha gimana to, masak kata di sebagai kata depan dan partikel di- sebagai imbuhan (awalan) masih sering kebolak-balik?
ya sudahlah, aku nggak mau berpanjang-panjang. aku cuma males aja disuruh mengoreksi kerjaan mereka menerjemahkan isi brosur wisata ke dalam bahasa inggris. lha gimana, wong yang versi bahasa indonesia saja masih membingungkan. lha nanti bisa-bisa turisnya kesasar karena kalimatnya nggak nyambung.
ayo berbahasa indonesia yang benar dan baik…