sisi lain: flooding
February 8, 2007 by kerti-yasha
sepertinya semua acara berita di televisi beberapa hari terakhir ini selalu menayangkan betapa menyedihkannya kondisi para korban bencana "air bah" di jakarta. selamat untuk para konseptor iklan "Banjir kok jadi Tradisi - Tanya Kenapa’?"
semua orang tampaknya menyalahkan pemerintah.
"pemerintah seharusnya lebih dini mengantisipasi bencana ini supaya korbannya tidak terlantar."
"pemerintah seharusnya lebih memerhatikan kami para korban bencana ini."
"kok bantuannya nggak sampe-sampe dari kemaren, anak saya belum makan."
dan banyak lagi kalimat-kalimat yang intinya menyalahkan pemerintah. memang sih, mereka ini korban dan layak mendapat simpati, karena mereka juga butuh makan, butuh tempat berteduh yang layak, butuh pakaian, dan butuh rasa aman dari ancaman penyakit.
tapi apabila kita melihat sisi lain dari bencana ini, apakah pemerintah yang harus terus-menerus disalahkan?
beberapa pertanyaan yang patut direnungkan ketika kita ingin menyalahkan pemerintah atas kelambanannya merespon bencana banjir, kebakaran, tanah longsor, dan masih banyak lagi:
"siapa gerangan yang membuang sampah sembarangan seenak perut sendiri, bahkan di selokan, sungai, dan jalur-jalur pembuangan air lainnya?"
"siapa gerangan yang membangun rumah di tempat-tempat yang tidak layak untuk didirikan bangunan?"
"siapa gerangan yang membabat habis hutan yang fungsinya antara lain menghambat aliran air langsung dan mencegah tanah longsor?"
"apa benar pemerintah tidak pernah menganjurkan kita supaya membuang sampah pada tempatnya?"
"apa benar pemerintah tidak pernah menganjurkan kita supaya membangun rumah pada tempat-tempat yang layak?"
"apa benar pemerintah tidak pernah menganjurkan kita supaya menjaga lingkungan tetap bersih dan rapi?"
setelah menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, kiranya para korban banjir di jakarta jadi bisa lebih memahami bahwa bencana ini sedikit banyak adalah tanggung jawab mereka juga. apalagi masyarakat jakarta terkenal sangat susah diatur.
semoga mereka kelak bisa lebih memahami bahwa pemerintah indonesia ini sudah menghadapi terlalu banyak masalah. nah, kalau mereka tetap membudayakan dan melestarikan tradisi banjir, ya salah sendiri…
banjir kok jadi tradisi?
tanya kenapa???